"Semakin ngebet kalian, semakin pengen, semakin maksa, semakin ngaku suka, dsbgnya, maka dia semakin menjauh tidak terjangkau. Tapi saat dijalani dengan tulus, tidak berharap banyak, malah lancar sekali urusannya."
-tere liye
Saya suka sekali kutipan yang satu ini, terlebih pada kata-kata "saat dijalani dengan tulus, tidak berharap banyak, malah lancar sekali urusannya".
Menjalani dengan tulus, saya kepikiran ikhlas. Ketika mengerjakan sesuatu dengan ikhlas maka tidak akan terasa sebagai beban, bukan?
Tidak berharap banyak bukan berarti tidak ada harapan. tetap berharap namun kita serahkan kepada Allah akan yang terbaik buat kita. Akan terasa lebih indah dan tidak membuat kecewa. Dan saya yakin, insyaallah urusan tersebut akan dilancarkan oleh Allah.
Btw, ini berlaku untuk semua urusan.^_^
12.15.2012
12.12.2012
Do your best
"Saya percaya, kalau belajar menulis hanya demi
menerbitkan buku, laku, kaya, populer, difilmkan, apalagi sibuk
menghitung view, like, komen, maka cepat atau lambat akan berakhir pada
kekecewaan--bahkan meski semua itu akhirnya tercapai. Semoga kalian
tidak memulai langkah yg keliru, mendengarkan orang2/mentor/guru menulis
yg keliru. Menulislah karena itu menyenangkan. Selalu menyenangkan.
Hal ini juga berlaku sama untuk banyak hal. Profesi apapun. Pekerjaan apapun--sesederhana apapun pekerjaan tersebut. Lakukanlah yang terbaik, lakukanlah karena kita suka, maka semua akan tiba pada waktunya."
- tere liye
do your best. kata-kata yang senantiasa terus di gaungkan terutama untuk beberapa bulan ke depan. karena ujian kali ini sepertinya cukup berat ( atau saya yang me'lebay'kannya ya??)
entahlah, tapi rasa malas itu rasanya berjuta kali lipat untuk mengerjakan tugas 'yang satu ini'.
mulai mencintai menulis paper,
I do love you
:)
Hal ini juga berlaku sama untuk banyak hal. Profesi apapun. Pekerjaan apapun--sesederhana apapun pekerjaan tersebut. Lakukanlah yang terbaik, lakukanlah karena kita suka, maka semua akan tiba pada waktunya."
- tere liye
do your best. kata-kata yang senantiasa terus di gaungkan terutama untuk beberapa bulan ke depan. karena ujian kali ini sepertinya cukup berat ( atau saya yang me'lebay'kannya ya??)
entahlah, tapi rasa malas itu rasanya berjuta kali lipat untuk mengerjakan tugas 'yang satu ini'.
mulai mencintai menulis paper,
I do love you
:)
12.05.2012
KOTO Restaurant
wah, restaurant ini cukup unik dan berkesan. dari namanya saja KOTO, Know One, Teach One,
restaurant ini merupakan salah satu restaurant di Hanoi yang berdiri karena keprihatinan sang owner terhadap banyaknya anak jalanan di Hanoi ketika itu. maka didirikanlah restaurant ini dengan prinsip mengajarkan anak-anak jalanan tesebut, how to cook, how to be a chef, sehingga sekarang restaurant tersebut menjadi salah satu restaurant yang cukup berhasil.
know one, teach one
ingat sabda rasulullah
” sampaikanlah walau satu ayat”
*lupa nontonnya di program apa :D
ketika org nonmuslim menjalankan apa yang disampaikan rasul, bagaimana dengan kita? introspkesi diri sendiri.
11.11.2012
Another one
Beberapa waktu belakangan jadi kurang rajin mengurus rumah yang satu ini. Mungkin karena saya punya rumah yang lain ( jiaaa...sok punya banyak rumah ...:D)
Btw sila kunjungi rumah saya yang satunya lagi
nurul faizah tumblr
^^
Btw sila kunjungi rumah saya yang satunya lagi
nurul faizah tumblr
^^
Sabar, Sabar dan Sabar !
Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui.
Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka
Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan. Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru. Bisa jadi ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori.
Capek, lelah mendera jiwa dan raga. Namun ini adalah pilihan, yang tidak ada sedikitpun paksaan kita bersamanya. Bisa jadi ada ketidakpahaman, ada ketidakmengertian, dan kita tidak pernah menemukan jawaban. Bisa jadi Khalid bin Walid tidak pernah mengerti mengapa dirinya diganti dari posisi panglima perang yang demikian dihormati. Namun toh kehormatan dirinya tidak runtuh karena posisi itu tidak lagi dia miliki.
Kehormatan diri kita adanya pada konsistensi. Konsisten menapaki kebenaran. Konsisten menapaki jalan kebaikan. Komitmen pada peraturan. Teguh memegang keputusan. Mendengar dan taat, itulah karakter kader teladan. Bukankah ini ujian, karena yang kita dengar dan kita taati bisa jadi berbeda dengan suara hati nurani. “Qum Ya Hudzaifah !” Menggelegar suara perintah. Dan Hudzaifah segera bangkit berdiri.
Kehormatan diri bukan terletak pada posisi kita sebagai apa. Tidak menjadi apa-apa, tetap bisa dihormati. Kita terhormat karena karakter yang kuat, kita terhormat karena karya yang tiada pernah berhenti, kita terhormat karena kerja yang terus menerus, kita terhormat karena keteladanan, kita terhormat karena kesabaran dan kesetiaan.
Ya. sabar, sabar, dan teruslah sabar… Karena memang beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, dan Allah telah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2948#comment-7433
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan. Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru. Bisa jadi ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori.
Capek, lelah mendera jiwa dan raga. Namun ini adalah pilihan, yang tidak ada sedikitpun paksaan kita bersamanya. Bisa jadi ada ketidakpahaman, ada ketidakmengertian, dan kita tidak pernah menemukan jawaban. Bisa jadi Khalid bin Walid tidak pernah mengerti mengapa dirinya diganti dari posisi panglima perang yang demikian dihormati. Namun toh kehormatan dirinya tidak runtuh karena posisi itu tidak lagi dia miliki.
Kehormatan diri kita adanya pada konsistensi. Konsisten menapaki kebenaran. Konsisten menapaki jalan kebaikan. Komitmen pada peraturan. Teguh memegang keputusan. Mendengar dan taat, itulah karakter kader teladan. Bukankah ini ujian, karena yang kita dengar dan kita taati bisa jadi berbeda dengan suara hati nurani. “Qum Ya Hudzaifah !” Menggelegar suara perintah. Dan Hudzaifah segera bangkit berdiri.
Kehormatan diri bukan terletak pada posisi kita sebagai apa. Tidak menjadi apa-apa, tetap bisa dihormati. Kita terhormat karena karakter yang kuat, kita terhormat karena karya yang tiada pernah berhenti, kita terhormat karena kerja yang terus menerus, kita terhormat karena keteladanan, kita terhormat karena kesabaran dan kesetiaan.
Ya. sabar, sabar, dan teruslah sabar… Karena memang beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, dan Allah telah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2948#comment-7433
10.21.2012
Adakah?
Salah
satu hal yang bisa membuat semangat saya kembali bangkit adalah ketika saya
mendengar cerita orang-orang terdahulu, tentang bagaimana mereka berdakwah,
kondisi mereka saat itu. Dan alhamdulillah allah masih memberikan kesempatanuntuk
menjadi saksi mendengarkan kisah2
mereka.
Sekitaran
tahun 2000-an di kampus ekonomi UNP, ada salah seorang akhwat yang benar2 “jelmaan”
kader sejati. Kader sejati? Ya, kader sejati yang menjadi panutan bagi lingkungan, kader
yang memberikan ruh pada sekitar namun tak membuatnya menjadi lilin, malah ia
semakin bersinar layaknya matahari, tak pernah lelah.
Ia
seorang akhwat yang di amanahi sebagai pengurus forum, pengurus MPM, dan satu
lagi ana lupa, yang intinya beliau mempunyai tiga amanah kala itu. Itu amanah
organisasi di luar. Di dalam, beliau adalah salah seorang pengurus wisma,
beliau adalah seorang murobbi yang memegang tiga kelompok, beliau adalah
seorang penghuni wisma, beliau adalah seorang mahasiswa dan juga seorang anak.
Aktifitas
beliau, di mulai dari pukul 1 dini hari, tahajud, tilawah, hafalan, belajar, semuanya dimulai pada pukul 1 dan beliau tidak
tidur hingga subuh datang dan segera “merapatkan” diri pada pukul 6. Pulangnya pukul
8 malam, setelah beraktifitas seharian, sampai di wisma tak segan meluangkan
waktu untuk mendengarkan keluhan akhwat yang mau bercerita. Tidur pukul 10
malam dan kembali bangun pukul 1. Prestasi?? Jangan di tanya, beliau mampu wisuda
4 tahun dengan prediket cumlaude. Kata sumber
cerita beliau adalah model dari muwasofat kader yang hari ini sangat sulit
untuk ditemukan, malah saya bertanya, adakah yang seperti ini saat ini?
Hari
ini kita sering berkilah tidak punya waktu yang cukup untuk dakwah, kuliah dan
organisasi. Tugas yang banyak, rapat yang hampir setiap hari, belum lagi agenda
wisma berikut tugas harian “ pribadi “ kita. Sehingga menyebabkan, (kadang)
ada salah satunya yang terkorbankan. Namun ternyata sejarah pernah membuktikan
bahwa pernah hidup anak manusia dengan seabrek kegiatannya namun masih bisa
memprioritaskan kuliah dan dakwah.
Nah,
kenapa beliau bisa sedangkan kita tidak? Menurut saya ada 2 faktor utama,
kedekatan dengan Allah dan faktor rajin. Kedekatan beliau dengan Allah dengan
amalan tahajud, hafalan, puasa dan ibadah sunat lainnya membuat beliau di jaga
oleh Allah dari hal-hal yang tidak bermanfaat, faktor kedua adalah beliau
rajin. Ketika beliau memang berkomitmen tamat 4 tahun, ternyata beliau memang
bisa, itu semua tidak lain karena rajin dan tekunnya beliau. Orang-orang malas
seperti kita ini manabisa seperti itu. Ya kelemahan kita adalah tidak seriusnya
kita beribadah pada Allah sehingga ibadah jadi asal-asalan, kualitas dan
kuntitas yang cetek, ditambah lagi faktor malas yang luar biasa menjadi teman
kita. Pantaslah jika keadaan dakwah kita seperti ini pada hari ini.
Kuncinya
ada pada kita. Berubah untuk menjadi lebih baik dengat niat hanya untuk Allah,
ya hanya semata-mata karena Allah. Karena jika kita hanya bekerja untuk Allah
maka Allah akan mudahkan segala urusan kita. Mari berubah dan bertransformasi
menjadi model muslimah yang sejati.
*Nasehat
untuk diri sendiri, kalau tidak di catat maka ia akan lupa.
9.23.2012
Saya Anak Rohis dan Bukan Teroris
Anak
rohis itu hobinya duha
ngadain acara,
ngadain acara,
serta jalan-jalan kemana-mana
Anak
rohis itu selalu optimis
Walaupun
kadang kantongnya tipis
Tetap
rajin puasa senin kamis
Anak
rohis kumpulnya di mesjid
ga
pernah dengar lagu ajib-ajib
senangnya
malah kumpul wirid
anak
rohis di ajarkan untuk patuh pada orang tua
santun
pada semua
dan
ga pernah bertindak semau gua
itulah
anak rohis..
Saya
Anak Rohis dan Saya Bukan Teroris
6.29.2012
6.28.2012
Hari-Hari Presiden Terpilih Muhammad Mursi
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.
Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru. Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.
Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah menjadi presiden.
Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu.
Sumber pasukan pengawal presiden (paswalpres) mengungkapkan, Mursi meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas.
Kendaraan yang mengiringi presiden ini terdiri dari 10 mobil pengawal, sebuah ambulans, serta beberapa sepeda motor polisi. Namun, pihak pengawal mengatakan sistem pengamanan seperti itu sudah standar terhadap seorang presiden.
Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan. Namun, Mursi masih menolak pindah.
Menurut harian Misri al Youm, paswalpres mencari jalan tengah dengan mengusulkan agar Mursi menjalankan shalat di masjid yang lebih dekat dengan rumahnya, atau masjid dekat istana Al Ittihadiyah jika nanti pindah ke istana Al Salam.
Ketika mengunjungi kantor kepresidenan, Senin dan Selasa lalu, Mursi selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana.
Mursi diberitakan mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik matahari segera bubar dan mencari tempat teduh.
Menurut harian al Ahram, secara protokol, presiden tidak harus tinggal di istana, tetapi bisa tinggal di vila atau rumah sewaan. Istri presiden juga tidak harus mendampingi presiden dalam acara resmi dan tidak perlu menemani bila presiden bepergian ke luar negeri.
Paswalpres kini juga direpotkan oleh istri Mursi, Sayyidah Nagla Mahmud, yang belum mau pindah dari Zagazig ke kota Kairo karena harus menunggui putra bungsunya, Abdullah, menyelesaikan ujian akhir sekolah menengah. Paswalpres pun menempatkan 10 petugas dan tiga kendaraan untuk mengamankan rumah Mursi di Zagazig, tak jauh dari Universitas Zagazig itu.
Mursi juga memerintahkan tidak memasang fotonya di kantor pemerintah atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung dirinya. (Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)
Kompas, 28 Juni 2012.
http://ferdiann.tumblr.com/
Yang terbaik untukmu
Tadi
pagi dapat tausiyah tentang do’a. bahwa Allah menyuruh kita berdo’a pada Allah
maka akan Allah kabulkan. Namun kita juga harus memperhatikan beberapa hal
dalam berdo’a salah satunya tentang makanan. Apa yang kita makan akan
mempengaruhi keterkabulannya do’a kita. “ Allah tidak akan menerima doanya
orang-orang yang memakan makanan haram”. Tidak makanan saja sebenarnya tapi
juga hal-hal yang lain seperti pena yang kita pakai, sendal yang kita gunakan (
bagi yang kebiasaaan minjam ), minuman dll yang menyangkut keseharian kita.
Lebih
kurang begitulah isi tausiyah menjelang rapat tadi dan entah kenapa kepikiran
juga tentang doa ini, doa-doa yang sering
kita sampaikan kepada Allah. Sebagaimana manusia tentu kita memiliki sesuatu
yang ingin kita capai/ inginkan. Misalnya ketika masuk perguruan tinggi, kita
ingin lulus di jurusan ini. Atau ketika sekarang, kita ingin pekerjaan ini. Ya
rata-rata kita pasti punya keinginan sendiri. Akan tetapi sayangnya kita tidak
tau apa yang sebenarnya yang terbaik buat kita. Cendrung keinginan-keinginan
tersebut di pegaruhi oleh faktor subjektivitas dan faktor-faktor lainnya.
Contoh
ketika saya memilih tempat PL dulu. Saya memilih tempat PL yang tentu saja
dekat dengan tempat tinggal saya yaitu di Lubuk Buaya. Dan saya sudah
menetapkan bahwa waktu pengambilan skul saya akan mengambilkan skul X. Malam
hari sebelum pemilihan ,kami yang akan PL
sudah siap sedia di wisma 1 yang punya jaringan hotspot. Terlontarlah
oleh seorang akhwat ketika itu “ mintalah yang terbaik sama Allah”. Yang
terbaik?? Ya, saya belum meminta itu pada Allah. Saya baru minta “ya Allah
semoga saya bisa PL d skul X”. Maka saya pun merubah doa saya “ ya Allah
tempatkanlah saya di tempat yang terbaik karena Engkaulah sesungguhnya yang
Maha Mengetehui kebutuhan hamba”
Dan
pas keesokan harinya ketika memilih tempat PL, ternyata saya memang tidak di
izinkan untuk PL di Skul X dan saya mendapatkan
skul Y. Ketika itu saya belum tau hikmah apa yang Allah berikan kepada saya,
karena sepengatahuan saya skul Y itu lumayan jauh, 2x naik angkot dan memakan
waktu lebih dari 30 menit. Ketika itu saya belum tau. Dan ketika saya
menjalaninya saya baru tau bahwa di skul Y inilah tempat terbaik buat saya.
Guru nya baik-baik, tidak mengikat mahasiswa PL untuk stand by dari pagi-sore
dan kemudahan-kemudahan lainnya yang sebagian teman-teman saya bilang “beruntung
ya PL di sana”.
Itulah
yang terbaik. Serahkan kepada Allah,
mintalah yang terbaik padaNya dalam urusan apapun. Karena Allah tau yang
terbaik untukmu.
6.24.2012
Belajar dari Pendidikan Moral di Jepang
“Sebenarnya apa sih landasan pendidikan moral di Jepang?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja saat zemi1) setahun yang lalu.
Hening sejenak. Tampaknya saya melontarkan pertanyaan yang cukup sulit untuk orang Jepang.
Akhirnya senior saya menanggapi. Landasan moral di sekolah-sekolah jepang diambil dari intisari berbagai macam agama dan etika yang ada di dunia ini.
Hening sejenak. Tampaknya saya melontarkan pertanyaan yang cukup sulit untuk orang Jepang.
Akhirnya senior saya menanggapi. Landasan moral di sekolah-sekolah jepang diambil dari intisari berbagai macam agama dan etika yang ada di dunia ini.
Saya sempat dua kali melakukan observasi pelajaran moral di dua sekolah yang berbeda. Di Jepang, selain khusus ada jam pelajaran tentang moral (doutoku), pesan-pesan moral juga terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran di Jepang.
Dua tema yang sempat saya saksikan di kelas satu sekolah jepang adalah, pelajaran tentang berbohong, dan giliran piket bersih-bersih di kelas. Dalam dua sesi yang berbeda itu, pendekatan yang dilakukan oleh guru jepang relatif mirip. Tidak dengan mendoktrin tentang pentingnya untuk berlaku jujur atau menjalani tugas piket. Namun, dengan mengajak anak-anak berdiskusi tentang akibat-akibat berbohong atau ketika mereka tidak menjalani tugas piket.
Diskusi interaktif itu menggiring anak-anak untuk berpikir tentang pentingnya melaksanakan nilai-nilai moral yang akan diajarkan (proses kognitif-sikou ryoku). Tidak ada proses menghafal, juga tidak ada tes tertulis untuk pelajaran moral ini.
Untuk mengecek pemahaman anak-anak tentang pelajaran moral yang diajarkan, mereka diminta untuk membuat karangan, atau menuliskan apa yang mereka pikirkan tentang tema moral tertentu (proses menilai-handan ryoku). Kadang mereka juga diputarkan film yang memiliki muatan moral yang akan diajarkan, dan diajak untuk berdiskusi isi dari film itu.
Malam itu di kuliah integrated learning, kami belajar pemikiran John Dewey tentang moral. John Dewey merupakan salah satu tokoh yang membawa pengaruh besar di bidang pendidikan di Amerika serta negara-negara Eropa. Dewey juga merupakan tokoh kunci yang menelorkan gagasan tentang pentingnya dibuat hubungan yang erat, antara pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan kehidupan di masyarakat.
Konsep-konsep pemikiran Dewey banyak dipakai di "seikatsu-ka (living environmental study)" dan "sougou gakusyuu (integrated learning)" di Jepang. Dua hal yang menjadi inti pendidikan ala Dewey adalah pendidikan yang berfokus pada minat anak-anak dan pentingnya belajar melalui pengalaman langsung.
Dalam kuliah itu, yang menjadi ajang diskusi para mahasiswa, bukannya konsep moral menurut Dewey, namun lebih kepada kebingungan para mahasiswa jepang tentang definisi moral. Di Jepang sendiri, meskipun ada pelajaran moral (doutoku) dan ada kurikulumnya secara spesifik apa yang harus diajarkan, namun apa definisi moral, baik-buruk, benar-salah, sama sekali tidak ada batasannya. Penekanannya lebih kepada nilai-nilai yang dianggap baik secara universal, seperti nilai-nilai kejujuran, kerja keras, menghormati hak orang lain, disiplin, rasa malu ketika tidak memenuhi kewajiban, dan sebagainya.
Hubungan antara moral dengan agama juga sempat dibahas, tapi untuk hal ini menimbulkan pro dan kontra. Guru-guru di Jepang memang sangat berhati-hati dalam hal ini. Karena urusan agama adalah urusan individu, jadi tidak berhak diajarkan oleh guru-guru di sekolah. Di Jepang sendiri, dengan kualitas guru-guru yang sangat baik, pendidikan moral yang didukung dengan sistem pendidikan, serta undang-undang yang fokus pada pembentukan karakter di sekolah dasar dan menengah, bisa sukses menanamkan nilai-nilai yang diajarkan tadi.
Namun, saya merasakan kerapuhan fondasi yang mendasari pelaksanaan moral di Jepang. Dengan melihat kebingungan anak-anak muda Jepang ketika membahas tentang moral, saya menjadi sadar. Meskipun sejak kecil mereka dibiasakan untuk melakukan disiplin, kerja keras, dan kebaikan-kebaikan yang lainnya, namun untuk apa mereka melakukan itu? Sejauh mana suatu perbuatan dikategorikan baik? Serta tujuan-tujuan yang lebih dalam ketika melakukan suatu kebaikan, masih menjadi tanda tanya besar dalam kepala mereka.
Kalau dalam Islam, maka pertanyaan-pertanyaan itu sangat mudah untuk dijawab. Tinggal mempelajari Alquran saja, kita bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ada konsekuensi yang jelas ketika kita melakukan kebaikan ataupun keburukan.
Dalam masyarakat liberal, nilai-nilai kebaikan dan keburukan akan sangat mudah sekali bergeser. Tergantung pihak mana yang kuat, dan siapa yang bisa membangun opini di masyarakat.
Karena itu, nilai-nilai yang dulu dianggap buruk, seperti seks bebas, bisa saja bergeser karena pengaruh media yang mencitrakan keindahan dalam pergaulan bebas. Padahal, akibat seks bebas yang berujung pada kerusakan nasab anak, penyakit-penyakit kelamin, dan kerusakan sistem sosial di masyarakat tidaklah hilang hanya dengan penggambaran yang indah itu saja.
Saya sendiri tidak menilai bahwa pendidikan moral di Indonesia lebih baik dari Jepang. Indonesia memiliki konsep tentang moral yang kaya. Setiap pemeluk agama bebas untuk mengajarkan konsep moral kepada pemeluknya. Namun, kekurangannya ada dalam teknik mengajarkan moral kepada anak-anak. Bagaimana agar pendidikan moral tidak hanya masuk ke tataran kognitif saja, tapi sampai menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter yang melekat kuat dalam diri anak. PR besar dalam sistem pendidikan di negeri tercinta ini.
Hifizah Nur
Mahasiswa program master di Aichi University of Education
1) Zemi : sebutan untuk seminar, kegiatan berkumpul bersama teman-teman satu lab, untuk melaporkan kemajuan penelitian masing-masing.sumber : republika
6.06.2012
The last meeting in the class
Hari ini hari terakhir di kelas dan of course have to say good bye to
all of them. Setelah lebih kurang 5 bulan pertemuan akhirnya datang juga
waktu untuk mengatakan “thanks for everything and good bye”. what i am
feeling? Sedih pastinya. Berada di kelas, melihat wajah mereka
mengerjakan tugas, bercengkrama ketika istirahat adalah hal-hal yang
menyenangkan beberapa bulan terakhir ini. Dan ketika saya memikirkan
bahwa saya tidak akan merasakan hal-hal tersebut untuk ke depannya,
ketika itu saya merasa sedih.
……
Alhamdulillah terobati dengan kesan pesan yang di buat anak-anak saya. :D Rata-rata mereka menulis semoga saya sukses..aamiin. Ada juga yang nulis biar cepat dapat jodoh..(yang ini bikin saya senyum-senyum sendiri). Wah..yang jelas, semua yang mereka tulis adalah surat-surat yang sangat berharga buat saya. I will keep it like as my treasure.
’ being a teacher is the greatest thing for me’
……
Alhamdulillah terobati dengan kesan pesan yang di buat anak-anak saya. :D Rata-rata mereka menulis semoga saya sukses..aamiin. Ada juga yang nulis biar cepat dapat jodoh..(yang ini bikin saya senyum-senyum sendiri). Wah..yang jelas, semua yang mereka tulis adalah surat-surat yang sangat berharga buat saya. I will keep it like as my treasure.
’ being a teacher is the greatest thing for me’
5.18.2012
Istirahat yuk..
Bukan bermaksud sok sibuk atau apa. Entah kenapa belakangan ini jarang nulis, mungkin karena yang masuk juga dikit maka yang keluar juga ga ada...:(
Btw, just wanna share...Jum'at ini terasa beda dari hari lainnya. Dari pagi sampe siang keliling-keliling UNP ngurusin konsumsi acara Go Green Literacy nya FLP dan FKPWI. Lanjut rapat en pas sholat ashar teringat salah satu sabda Rasulullah " Ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat". Sholat di mesjid Almadany dengan kipas angin yang menambah sejuk, makin terasa betapa sholat adalah solusi paling jitu ketika raga ini sudah lelah beraktivitas.
Dulu juga pernah baca di salah satu buku, betapa sebenarnya Allah sudah memberikan waktu-waktu untuk kita beristirahat di tengah aktivitas kita. Dari pagi bekerja sampai siang, datanglah panggilan sholat zuhur untuk merefresh diri kita. Kemudian kembali beraktivitas hingga datanglah ashar yang siap mencash kembali semangat kita , magrib dan isya sebagai penutup hari. Dan esoknya Subuh datang pembuka hari kita beraktivitas.
Apalagi para mahasiswa yang berlabel ADK, sholat menjadi kebutuhan yang sangat di tunggu-tunggu. Ketika adzan datang segera berlari menuju mesjid saking butuhnya.
Hmm...satu lagi, pas sholat jangan sampai tergesa-gesa karena teringat hal-hal yang akan kita kerjakan. Menikmati setiap bacaan, gerakan sholat akan menjadikan sholat terasa lebih ber-Ruh sehingga kita siap untuk melanjutkan aktivitas dengan semangat yang full.
Btw, just wanna share...Jum'at ini terasa beda dari hari lainnya. Dari pagi sampe siang keliling-keliling UNP ngurusin konsumsi acara Go Green Literacy nya FLP dan FKPWI. Lanjut rapat en pas sholat ashar teringat salah satu sabda Rasulullah " Ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat". Sholat di mesjid Almadany dengan kipas angin yang menambah sejuk, makin terasa betapa sholat adalah solusi paling jitu ketika raga ini sudah lelah beraktivitas.
Dulu juga pernah baca di salah satu buku, betapa sebenarnya Allah sudah memberikan waktu-waktu untuk kita beristirahat di tengah aktivitas kita. Dari pagi bekerja sampai siang, datanglah panggilan sholat zuhur untuk merefresh diri kita. Kemudian kembali beraktivitas hingga datanglah ashar yang siap mencash kembali semangat kita , magrib dan isya sebagai penutup hari. Dan esoknya Subuh datang pembuka hari kita beraktivitas.
Apalagi para mahasiswa yang berlabel ADK, sholat menjadi kebutuhan yang sangat di tunggu-tunggu. Ketika adzan datang segera berlari menuju mesjid saking butuhnya.
Hmm...satu lagi, pas sholat jangan sampai tergesa-gesa karena teringat hal-hal yang akan kita kerjakan. Menikmati setiap bacaan, gerakan sholat akan menjadikan sholat terasa lebih ber-Ruh sehingga kita siap untuk melanjutkan aktivitas dengan semangat yang full.
5.01.2012
Jejak
Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan BERSIAP SIAGALAH !
nasyidnya siswa SDIT pagi ini, di senandungkan dengan penuh semangat oleh mujahid-mujahid kecil…
yup, Semangat!!!
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan BERSIAP SIAGALAH !
nasyidnya siswa SDIT pagi ini, di senandungkan dengan penuh semangat oleh mujahid-mujahid kecil…
yup, Semangat!!!
4.04.2012
Saya dan wisma
Dulu saya pernah kepikiran untuk keluar wisma, ketika semuanya ruwet dan
complicated. Alhamdulillah sekali hal itu tidak terjadi. Dan entah kenapa 2
hari ini saya juga mempertanyakan, apa alasan saya waktu itu hingga kepikiran untuk keluar wisma? Karena pada saat
yang bersamaan saya mendapatkan sesuatu yang membuat saya tambah yakin bahwa
hanya wisuda yang akan membuat saya keluar wisma.
Ceritanya beberapa hari yang lalu saya tergolong pada kelompok yang cukup
enggan melaksanakan sholat sunnat. Bada magrib itu, saya sudah selesai sholat
dan hanya duduk saja di atas sajadah. Kemudian saya melihat salah seorang
akhwat yang baru selesai sholat kemudian beliau sholat lagi, yang dapat di
pastikan bahwa itu adalah sholat sunnat. Seketika itu saya berfikir apa alasan
saya tidak sholat sunnat? Tidak ada, saya putuskan berdiri dan segera melakukan
sholat sunnat.
Pada waktu lain, ketika saya sedang asyik-asyiknya di kamar, terdengar
teriakan akhwat dari bawah sana, “ akhwat Tahsin’...”. oh, ternyata hari ini
agenda tahsin’, sadar saya ketika itu. Saya pun turun ke bawah berkumpul dengan
akhwat untuk tahsin’.
Saya tergolong orang yang suka lupa makan kalau keasyikan dengan kegiatan. Ketika
saya baru pulang dari ‘berkelana’, tiba-tiba seorang junior berkata, “ kak
belum makan kan? Ayo ambil nasinya dan makan ya kak, ntar kakak sakit”. Saya pun
tersenyum mendengarnya , alhamdulillah..
Di tengah kerumitan, permasalahan yang ada, saya masih menemukan
kebaikan-kebaikan akhwat yang senantiasa mengingatkan, menasehati saya tanpa
sadar yang mungkin tidak akan saya temukan di luar sana. Saya bersyukur masih
di berikan kekuatan hati untuk di wisma karena jujur di wisma saya jadi makin
mengetahui tentang tajwid, makin termotivasi untuk melakukan kebaikan. Hingga saat
ini, saya sangat bersyukur masih di kumpulkan oleh Allah dengan orang-orang
yang senantiasa memperbaiki diri sendiri dan orang lain. Dan saya yakin ini wisma
adalah salah satu tempat membangun menara-menara cahaya tempat kita
bercengkrama kelak di syurga.Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)



