6.29.2012
6.28.2012
Hari-Hari Presiden Terpilih Muhammad Mursi
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.
Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru. Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.
Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah menjadi presiden.
Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu.
Sumber pasukan pengawal presiden (paswalpres) mengungkapkan, Mursi meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas.
Kendaraan yang mengiringi presiden ini terdiri dari 10 mobil pengawal, sebuah ambulans, serta beberapa sepeda motor polisi. Namun, pihak pengawal mengatakan sistem pengamanan seperti itu sudah standar terhadap seorang presiden.
Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan. Namun, Mursi masih menolak pindah.
Menurut harian Misri al Youm, paswalpres mencari jalan tengah dengan mengusulkan agar Mursi menjalankan shalat di masjid yang lebih dekat dengan rumahnya, atau masjid dekat istana Al Ittihadiyah jika nanti pindah ke istana Al Salam.
Ketika mengunjungi kantor kepresidenan, Senin dan Selasa lalu, Mursi selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana.
Mursi diberitakan mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik matahari segera bubar dan mencari tempat teduh.
Menurut harian al Ahram, secara protokol, presiden tidak harus tinggal di istana, tetapi bisa tinggal di vila atau rumah sewaan. Istri presiden juga tidak harus mendampingi presiden dalam acara resmi dan tidak perlu menemani bila presiden bepergian ke luar negeri.
Paswalpres kini juga direpotkan oleh istri Mursi, Sayyidah Nagla Mahmud, yang belum mau pindah dari Zagazig ke kota Kairo karena harus menunggui putra bungsunya, Abdullah, menyelesaikan ujian akhir sekolah menengah. Paswalpres pun menempatkan 10 petugas dan tiga kendaraan untuk mengamankan rumah Mursi di Zagazig, tak jauh dari Universitas Zagazig itu.
Mursi juga memerintahkan tidak memasang fotonya di kantor pemerintah atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung dirinya. (Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)
Kompas, 28 Juni 2012.
http://ferdiann.tumblr.com/
Yang terbaik untukmu
Tadi
pagi dapat tausiyah tentang do’a. bahwa Allah menyuruh kita berdo’a pada Allah
maka akan Allah kabulkan. Namun kita juga harus memperhatikan beberapa hal
dalam berdo’a salah satunya tentang makanan. Apa yang kita makan akan
mempengaruhi keterkabulannya do’a kita. “ Allah tidak akan menerima doanya
orang-orang yang memakan makanan haram”. Tidak makanan saja sebenarnya tapi
juga hal-hal yang lain seperti pena yang kita pakai, sendal yang kita gunakan (
bagi yang kebiasaaan minjam ), minuman dll yang menyangkut keseharian kita.
Lebih
kurang begitulah isi tausiyah menjelang rapat tadi dan entah kenapa kepikiran
juga tentang doa ini, doa-doa yang sering
kita sampaikan kepada Allah. Sebagaimana manusia tentu kita memiliki sesuatu
yang ingin kita capai/ inginkan. Misalnya ketika masuk perguruan tinggi, kita
ingin lulus di jurusan ini. Atau ketika sekarang, kita ingin pekerjaan ini. Ya
rata-rata kita pasti punya keinginan sendiri. Akan tetapi sayangnya kita tidak
tau apa yang sebenarnya yang terbaik buat kita. Cendrung keinginan-keinginan
tersebut di pegaruhi oleh faktor subjektivitas dan faktor-faktor lainnya.
Contoh
ketika saya memilih tempat PL dulu. Saya memilih tempat PL yang tentu saja
dekat dengan tempat tinggal saya yaitu di Lubuk Buaya. Dan saya sudah
menetapkan bahwa waktu pengambilan skul saya akan mengambilkan skul X. Malam
hari sebelum pemilihan ,kami yang akan PL
sudah siap sedia di wisma 1 yang punya jaringan hotspot. Terlontarlah
oleh seorang akhwat ketika itu “ mintalah yang terbaik sama Allah”. Yang
terbaik?? Ya, saya belum meminta itu pada Allah. Saya baru minta “ya Allah
semoga saya bisa PL d skul X”. Maka saya pun merubah doa saya “ ya Allah
tempatkanlah saya di tempat yang terbaik karena Engkaulah sesungguhnya yang
Maha Mengetehui kebutuhan hamba”
Dan
pas keesokan harinya ketika memilih tempat PL, ternyata saya memang tidak di
izinkan untuk PL di Skul X dan saya mendapatkan
skul Y. Ketika itu saya belum tau hikmah apa yang Allah berikan kepada saya,
karena sepengatahuan saya skul Y itu lumayan jauh, 2x naik angkot dan memakan
waktu lebih dari 30 menit. Ketika itu saya belum tau. Dan ketika saya
menjalaninya saya baru tau bahwa di skul Y inilah tempat terbaik buat saya.
Guru nya baik-baik, tidak mengikat mahasiswa PL untuk stand by dari pagi-sore
dan kemudahan-kemudahan lainnya yang sebagian teman-teman saya bilang “beruntung
ya PL di sana”.
Itulah
yang terbaik. Serahkan kepada Allah,
mintalah yang terbaik padaNya dalam urusan apapun. Karena Allah tau yang
terbaik untukmu.
6.24.2012
Belajar dari Pendidikan Moral di Jepang
“Sebenarnya apa sih landasan pendidikan moral di Jepang?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja saat zemi1) setahun yang lalu.
Hening sejenak. Tampaknya saya melontarkan pertanyaan yang cukup sulit untuk orang Jepang.
Akhirnya senior saya menanggapi. Landasan moral di sekolah-sekolah jepang diambil dari intisari berbagai macam agama dan etika yang ada di dunia ini.
Hening sejenak. Tampaknya saya melontarkan pertanyaan yang cukup sulit untuk orang Jepang.
Akhirnya senior saya menanggapi. Landasan moral di sekolah-sekolah jepang diambil dari intisari berbagai macam agama dan etika yang ada di dunia ini.
Saya sempat dua kali melakukan observasi pelajaran moral di dua sekolah yang berbeda. Di Jepang, selain khusus ada jam pelajaran tentang moral (doutoku), pesan-pesan moral juga terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran di Jepang.
Dua tema yang sempat saya saksikan di kelas satu sekolah jepang adalah, pelajaran tentang berbohong, dan giliran piket bersih-bersih di kelas. Dalam dua sesi yang berbeda itu, pendekatan yang dilakukan oleh guru jepang relatif mirip. Tidak dengan mendoktrin tentang pentingnya untuk berlaku jujur atau menjalani tugas piket. Namun, dengan mengajak anak-anak berdiskusi tentang akibat-akibat berbohong atau ketika mereka tidak menjalani tugas piket.
Diskusi interaktif itu menggiring anak-anak untuk berpikir tentang pentingnya melaksanakan nilai-nilai moral yang akan diajarkan (proses kognitif-sikou ryoku). Tidak ada proses menghafal, juga tidak ada tes tertulis untuk pelajaran moral ini.
Untuk mengecek pemahaman anak-anak tentang pelajaran moral yang diajarkan, mereka diminta untuk membuat karangan, atau menuliskan apa yang mereka pikirkan tentang tema moral tertentu (proses menilai-handan ryoku). Kadang mereka juga diputarkan film yang memiliki muatan moral yang akan diajarkan, dan diajak untuk berdiskusi isi dari film itu.
Malam itu di kuliah integrated learning, kami belajar pemikiran John Dewey tentang moral. John Dewey merupakan salah satu tokoh yang membawa pengaruh besar di bidang pendidikan di Amerika serta negara-negara Eropa. Dewey juga merupakan tokoh kunci yang menelorkan gagasan tentang pentingnya dibuat hubungan yang erat, antara pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan kehidupan di masyarakat.
Konsep-konsep pemikiran Dewey banyak dipakai di "seikatsu-ka (living environmental study)" dan "sougou gakusyuu (integrated learning)" di Jepang. Dua hal yang menjadi inti pendidikan ala Dewey adalah pendidikan yang berfokus pada minat anak-anak dan pentingnya belajar melalui pengalaman langsung.
Dalam kuliah itu, yang menjadi ajang diskusi para mahasiswa, bukannya konsep moral menurut Dewey, namun lebih kepada kebingungan para mahasiswa jepang tentang definisi moral. Di Jepang sendiri, meskipun ada pelajaran moral (doutoku) dan ada kurikulumnya secara spesifik apa yang harus diajarkan, namun apa definisi moral, baik-buruk, benar-salah, sama sekali tidak ada batasannya. Penekanannya lebih kepada nilai-nilai yang dianggap baik secara universal, seperti nilai-nilai kejujuran, kerja keras, menghormati hak orang lain, disiplin, rasa malu ketika tidak memenuhi kewajiban, dan sebagainya.
Hubungan antara moral dengan agama juga sempat dibahas, tapi untuk hal ini menimbulkan pro dan kontra. Guru-guru di Jepang memang sangat berhati-hati dalam hal ini. Karena urusan agama adalah urusan individu, jadi tidak berhak diajarkan oleh guru-guru di sekolah. Di Jepang sendiri, dengan kualitas guru-guru yang sangat baik, pendidikan moral yang didukung dengan sistem pendidikan, serta undang-undang yang fokus pada pembentukan karakter di sekolah dasar dan menengah, bisa sukses menanamkan nilai-nilai yang diajarkan tadi.
Namun, saya merasakan kerapuhan fondasi yang mendasari pelaksanaan moral di Jepang. Dengan melihat kebingungan anak-anak muda Jepang ketika membahas tentang moral, saya menjadi sadar. Meskipun sejak kecil mereka dibiasakan untuk melakukan disiplin, kerja keras, dan kebaikan-kebaikan yang lainnya, namun untuk apa mereka melakukan itu? Sejauh mana suatu perbuatan dikategorikan baik? Serta tujuan-tujuan yang lebih dalam ketika melakukan suatu kebaikan, masih menjadi tanda tanya besar dalam kepala mereka.
Kalau dalam Islam, maka pertanyaan-pertanyaan itu sangat mudah untuk dijawab. Tinggal mempelajari Alquran saja, kita bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ada konsekuensi yang jelas ketika kita melakukan kebaikan ataupun keburukan.
Dalam masyarakat liberal, nilai-nilai kebaikan dan keburukan akan sangat mudah sekali bergeser. Tergantung pihak mana yang kuat, dan siapa yang bisa membangun opini di masyarakat.
Karena itu, nilai-nilai yang dulu dianggap buruk, seperti seks bebas, bisa saja bergeser karena pengaruh media yang mencitrakan keindahan dalam pergaulan bebas. Padahal, akibat seks bebas yang berujung pada kerusakan nasab anak, penyakit-penyakit kelamin, dan kerusakan sistem sosial di masyarakat tidaklah hilang hanya dengan penggambaran yang indah itu saja.
Saya sendiri tidak menilai bahwa pendidikan moral di Indonesia lebih baik dari Jepang. Indonesia memiliki konsep tentang moral yang kaya. Setiap pemeluk agama bebas untuk mengajarkan konsep moral kepada pemeluknya. Namun, kekurangannya ada dalam teknik mengajarkan moral kepada anak-anak. Bagaimana agar pendidikan moral tidak hanya masuk ke tataran kognitif saja, tapi sampai menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter yang melekat kuat dalam diri anak. PR besar dalam sistem pendidikan di negeri tercinta ini.
Hifizah Nur
Mahasiswa program master di Aichi University of Education
1) Zemi : sebutan untuk seminar, kegiatan berkumpul bersama teman-teman satu lab, untuk melaporkan kemajuan penelitian masing-masing.sumber : republika
6.06.2012
The last meeting in the class
Hari ini hari terakhir di kelas dan of course have to say good bye to
all of them. Setelah lebih kurang 5 bulan pertemuan akhirnya datang juga
waktu untuk mengatakan “thanks for everything and good bye”. what i am
feeling? Sedih pastinya. Berada di kelas, melihat wajah mereka
mengerjakan tugas, bercengkrama ketika istirahat adalah hal-hal yang
menyenangkan beberapa bulan terakhir ini. Dan ketika saya memikirkan
bahwa saya tidak akan merasakan hal-hal tersebut untuk ke depannya,
ketika itu saya merasa sedih.
……
Alhamdulillah terobati dengan kesan pesan yang di buat anak-anak saya. :D Rata-rata mereka menulis semoga saya sukses..aamiin. Ada juga yang nulis biar cepat dapat jodoh..(yang ini bikin saya senyum-senyum sendiri). Wah..yang jelas, semua yang mereka tulis adalah surat-surat yang sangat berharga buat saya. I will keep it like as my treasure.
’ being a teacher is the greatest thing for me’
……
Alhamdulillah terobati dengan kesan pesan yang di buat anak-anak saya. :D Rata-rata mereka menulis semoga saya sukses..aamiin. Ada juga yang nulis biar cepat dapat jodoh..(yang ini bikin saya senyum-senyum sendiri). Wah..yang jelas, semua yang mereka tulis adalah surat-surat yang sangat berharga buat saya. I will keep it like as my treasure.
’ being a teacher is the greatest thing for me’
5.18.2012
Istirahat yuk..
Bukan bermaksud sok sibuk atau apa. Entah kenapa belakangan ini jarang nulis, mungkin karena yang masuk juga dikit maka yang keluar juga ga ada...:(
Btw, just wanna share...Jum'at ini terasa beda dari hari lainnya. Dari pagi sampe siang keliling-keliling UNP ngurusin konsumsi acara Go Green Literacy nya FLP dan FKPWI. Lanjut rapat en pas sholat ashar teringat salah satu sabda Rasulullah " Ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat". Sholat di mesjid Almadany dengan kipas angin yang menambah sejuk, makin terasa betapa sholat adalah solusi paling jitu ketika raga ini sudah lelah beraktivitas.
Dulu juga pernah baca di salah satu buku, betapa sebenarnya Allah sudah memberikan waktu-waktu untuk kita beristirahat di tengah aktivitas kita. Dari pagi bekerja sampai siang, datanglah panggilan sholat zuhur untuk merefresh diri kita. Kemudian kembali beraktivitas hingga datanglah ashar yang siap mencash kembali semangat kita , magrib dan isya sebagai penutup hari. Dan esoknya Subuh datang pembuka hari kita beraktivitas.
Apalagi para mahasiswa yang berlabel ADK, sholat menjadi kebutuhan yang sangat di tunggu-tunggu. Ketika adzan datang segera berlari menuju mesjid saking butuhnya.
Hmm...satu lagi, pas sholat jangan sampai tergesa-gesa karena teringat hal-hal yang akan kita kerjakan. Menikmati setiap bacaan, gerakan sholat akan menjadikan sholat terasa lebih ber-Ruh sehingga kita siap untuk melanjutkan aktivitas dengan semangat yang full.
Btw, just wanna share...Jum'at ini terasa beda dari hari lainnya. Dari pagi sampe siang keliling-keliling UNP ngurusin konsumsi acara Go Green Literacy nya FLP dan FKPWI. Lanjut rapat en pas sholat ashar teringat salah satu sabda Rasulullah " Ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat". Sholat di mesjid Almadany dengan kipas angin yang menambah sejuk, makin terasa betapa sholat adalah solusi paling jitu ketika raga ini sudah lelah beraktivitas.
Dulu juga pernah baca di salah satu buku, betapa sebenarnya Allah sudah memberikan waktu-waktu untuk kita beristirahat di tengah aktivitas kita. Dari pagi bekerja sampai siang, datanglah panggilan sholat zuhur untuk merefresh diri kita. Kemudian kembali beraktivitas hingga datanglah ashar yang siap mencash kembali semangat kita , magrib dan isya sebagai penutup hari. Dan esoknya Subuh datang pembuka hari kita beraktivitas.
Apalagi para mahasiswa yang berlabel ADK, sholat menjadi kebutuhan yang sangat di tunggu-tunggu. Ketika adzan datang segera berlari menuju mesjid saking butuhnya.
Hmm...satu lagi, pas sholat jangan sampai tergesa-gesa karena teringat hal-hal yang akan kita kerjakan. Menikmati setiap bacaan, gerakan sholat akan menjadikan sholat terasa lebih ber-Ruh sehingga kita siap untuk melanjutkan aktivitas dengan semangat yang full.
5.01.2012
Jejak
Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan BERSIAP SIAGALAH !
nasyidnya siswa SDIT pagi ini, di senandungkan dengan penuh semangat oleh mujahid-mujahid kecil…
yup, Semangat!!!
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan BERSIAP SIAGALAH !
nasyidnya siswa SDIT pagi ini, di senandungkan dengan penuh semangat oleh mujahid-mujahid kecil…
yup, Semangat!!!
Langganan:
Postingan (Atom)


